6 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Bisa Menyebabkan Depresi

6 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Bisa Menyebabkan Depresi--Foto: Freepik
Minimnya paparan sinar matahari dapat mengganggu keseimbangan hormon di otak. Cahaya matahari berperan dalam produksi serotonin, zat kimia yang memengaruhi mood.
Jika tubuh kekurangan sinar matahari, kadar serotonin bisa menurun, yang pada akhirnya berisiko menyebabkan perasaan murung atau bahkan depresi. Selain itu, cahaya alami juga membantu mengatur ritme sirkadian yang memengaruhi pola tidur.
4. Kekurangan Vitamin D
Vitamin D sering kali diperoleh dari sinar matahari, dan kekurangannya dapat meningkatkan kerentanan terhadap gangguan mood, termasuk depresi. Orang yang jarang keluar rumah atau tinggal di daerah dengan sedikit sinar matahari rentan mengalami defisiensi vitamin ini.
BACA JUGA:Puskesmas Karang Raja Hadirkan 5 Klaster Layanan Unggulan, Komitmen Tingkatkan Kesehatan Masyarakat
5. Rendahnya Asupan Omega-3
Omega-3 adalah lemak esensial yang sangat penting untuk fungsi otak. Jika tubuh kekurangan nutrisi ini, keseimbangan kimia otak bisa terganggu, yang membuat seseorang lebih mudah mengalami gangguan suasana hati.
Sayangnya, banyak orang tidak cukup mengonsumsi makanan kaya omega-3 seperti ikan berlemak, biji chia, atau kacang kenari.
6. Hidup di Lingkungan yang Tidak Sehat (Toksik)
Lingkungan dengan tekanan tinggi, konflik berkepanjangan, atau ekspektasi tidak masuk akal dapat memicu stres kronis. Jika dibiarkan, stres ini bisa menimbulkan kecemasan, kelelahan mental, hingga depresi.
Situasi semacam ini sering kali melibatkan perilaku manipulatif seperti meremehkan, menyalahkan secara tidak adil, atau melakukan gaslighting — yang semuanya dapat merusak kepercayaan diri seseorang.
Kesimpulan:
Meskipun terlihat sepele, kebiasaan sehari-hari memiliki dampak besar terhadap kesehatan mental. Dengan menyadari dan menghindari enam hal di atas, kita dapat menjaga kesehatan emosional dan mengurangi risiko mengalami depresi.