Banjir dan Longsor Terjang Empat Lawang, Akses Sumsel–Bengkulu Lumpuh Total
Banjir dan Longsor Terjang Empat Lawang, Akses Sumsel Bengkulu Lumpuh Total--Sumeks
EMPAT LAWANG, KORANPRABUMULIHPOS.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Empat Lawang sejak Senin (20/10/2025) sore hingga malam hari menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah titik.
Curah hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung selama berjam-jam membuat beberapa aliran sungai meluap dan menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur vital serta pemukiman warga di Kecamatan Muara Pinang.
Kapolsek Muara Pinang, AKP Dwi Sapriadi, mengonfirmasi bahwa tingginya debit air menjadi pemicu utama meluapnya sejumlah sungai di daerah tersebut. Kondisi itu membuat beberapa badan jalan amblas, jembatan rusak, hingga rumah warga terendam dan rusak berat.
“Curah hujan sangat tinggi, beberapa sungai seperti Sungai Kinal dan Sungai Lintang tidak mampu menampung volume air yang meningkat tajam. Akibatnya air meluap ke jalan dan permukiman,” jelas Dwi Sapriadi, Selasa (21/10/2025).
BACA JUGA:Rotasi Besar di Banyuasin: 17 Kursi Pejabat Bergeser, Bupati Askolani Minta ASN Tetap Ikhlas
BACA JUGA:Tuan Rumah Mendominasi, Muba Tinggalkan Palembang di Porprov Sumsel 2025
Jalan Penghubung Antarprovinsi Putus
Kerusakan paling berat dilaporkan terjadi di Desa Seleman Ulu, di mana badan jalan utama yang menjadi penghubung antara Pagaralam (Sumatera Selatan) dan Kepahiang (Bengkulu) terputus total akibat tergerus arus Sungai Kinal. Jalur strategis tersebut selama ini menjadi akses vital untuk distribusi logistik, mobilitas masyarakat, dan transportasi antarprovinsi.
Kini, arus lalu lintas di jalur tersebut lumpuh total. Sejumlah kendaraan yang hendak melintas terpaksa memutar jauh melewati jalur alternatif yang disiapkan oleh pemerintah daerah bersama aparat keamanan.
“Kami sudah memasang garis polisi (police line) dan rambu pembatas di titik longsoran. Tanah masih sangat labil dan dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” tambah Kapolsek Dwi.
Alat Berat dan Rumah Warga Jadi Korban
Tak hanya jalan, alat berat jenis mini excavator yang tengah digunakan untuk membangun dinding penahan di Desa Sawah juga ikut hanyut terbawa derasnya arus Sungai Lintang. Petugas proyek bersama warga setempat tidak sempat menyelamatkan alat tersebut karena derasnya air datang secara tiba-tiba pada malam hari.
BACA JUGA:301 Tenaga SPPG Ikuti Pelatihan, Edison Targetkan Nol Kasus Keracunan di Muara Enim

