Rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok Jadi Sasaran Amukan Massa

Rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok Jadi Sasaran Amukan Massa--
JAKARTA, KORANPRABUMULIHPOS.COM – Kediaman anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, digeruduk ratusan massa pada Sabtu sore, 30 Agustus 2025.
Rumah yang berlokasi di Jalan Swasembada Timur XXIII, Kelurahan Kebon Bawang, tersebut menjadi titik konsentrasi kemarahan publik setelah pernyataan Ahmad Sahroni yang dianggap merendahkan masyarakat memicu gelombang aksi protes terhadap DPR RI.
Sejumlah saksi mata menyebut, massa mulai berdatangan sejak sore hari. Tak lama kemudian, mereka berhasil menerobos masuk ke dalam pekarangan hingga ke bagian dalam rumah bergaya modern minimalis itu.
Dari luar tampak jelas kerusakan terjadi—kaca jendela pecah akibat lemparan benda keras, pagar rumah roboh, hingga bagian fasad yang rusak parah.
BACA JUGA:Skandal Chat Mesum Oknum Guru di Prabumulih, Ketua DPRD Geram, Siap Panggil Disdik!
BACA JUGA:DPR Setujui Tambahan Rp 5,5 Triliun, Anggaran Kemdiktisaintek 2026 Capai Rp 61 Triliun
Tak hanya melakukan perusakan, massa yang masuk ke dalam rumah juga menjarah sejumlah barang mewah milik Sahroni. Berdasarkan pantauan di lokasi, beberapa barang yang hilang di antaranya tas dan sepatu branded, konsol gim PlayStation 5, hingga figura-figura yang dipajang di dalam rumah. Bahkan sebuah mobil Lexus hitam yang terparkir di garasi juga tak luput dari amukan, kaca mobil itu hancur berantakan setelah dirusak massa.
Aksi pengerudukan ini merupakan puncak dari kekecewaan masyarakat terhadap ucapan Sahroni. Sebelumnya, saat kunjungan kerja di Polda Sumatera Utara pada Jumat, 22 Agustus 2025, ia menyebut masyarakat yang menyerukan pembubaran DPR RI sebagai “orang tolol sedunia”. Pernyataan tersebut langsung menuai kecaman luas dari berbagai kalangan.
Gelombang protes pun kian membesar, terlebih di tengah polemik kenaikan tunjangan anggota dewan yang dinilai menyakiti hati publik. Massa menilai pernyataan Sahroni tidak hanya melecehkan, tetapi juga memperlihatkan sikap arogan seorang wakil rakyat di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sulit.
Desakan agar Sahroni segera mundur dari jabatannya pun semakin keras terdengar. Menurut sejumlah pengunjuk rasa, sikap merendahkan rakyat tidak pantas keluar dari seorang legislator yang seharusnya memperjuangkan aspirasi publik.
BACA JUGA:Demo di DPR Ganggu Operasional KRL, Rangkasbitung–Tanah Abang Hanya Sampai Kebayoran
BACA JUGA:DPRD Prabumulih Gelar Paripurna Laporan Reses, 70 Aspirasi Masyarakat Siap Usulkan Masuk APBD 2026
Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan telah dikerahkan untuk mengendalikan situasi di sekitar rumah Sahroni. Polisi berupaya membubarkan kerumunan dan mengamankan lokasi yang masih ramai dipadati massa.(*)