Disnaker Prabumulih Gercep Pulangkan PMI di Singapura: Lega bisa Pulang, Puspa Dewi Jera!

Disnaker Prabumulih Gercep Pulangkan PMI di Singapura: Lega bisa Pulang, Puspa Dewi Jera!--Foto: Ros prabupos
“Saya butuh pekerjaan untuk menghidupi anak-anak saya,” ujarnya sambil menahan haru.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Prabumulih, H Sanjay Yunus, mengungkap setelah berbagai upaya dilakukan, termasuk koordinasi dengan agen pekerja migran, Dewi akhirnya bisa kembali ke Indonesia dengan biaya yang ditanggung oleh Pemerintah Kota Prabumulih.
“Alhamdulillah, kami dapat membantu memulangkan Dewi dengan biaya yang sepenuhnya kami tanggung,” ujar Sanjay, yang juga menegaskan bahwa ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi pekerja migran.
Sanjay juga mengingatkan kepada masyarakat, khususnya calon pekerja migran, untuk selalu memeriksa keabsahan perusahaan yang menawarkan pekerjaan di luar negeri agar tidak terjebak dalam situasi yang merugikan.
Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan menjelaskan bahwa kepulangan Dewi bermula dari video yang viral.
Dalam video tersebut, Dewi terlihat menangis dan meminta bantuan untuk bisa pulang. Setelah melihat video tersebut, H Sanjay segera memerintahkan stafnya untuk menghubungi keluarga Dewi dan memastikan kebenaran situasinya.
BACA JUGA:Bagikan Helm ke Pengendara, Kapolres Prabumulih: Kepala Organ Vital Bisa Beresiko Fatal
BACA JUGA:Siswa Suka, Bikin Surat Cinta untuk Prabowo: 6.500 Siswa di Prabumulih Terima Program MBG
“Setelah kami memastikan kebenarannya, saya langsung berkoordinasi dengan BP3MI Sumsel dan pihak KBRI untuk mempercepat proses kepulangan Dewi,” ujar Sanjay.
Terkait dengan denda sebesar Rp26 juta yang harus dibayar oleh Puspa Dewi, H Sanjay Yunus menjelaskan bahwa masalah denda tersebut telah dipermudah oleh agen yang sebelumnya telah berkoordinasi dengan pihak KBRI.
Bahkan, Pemkot Prabumulih langsung mengambil langkah cepat dengan menanggung biaya kepulangan Dewi. “Kami segera membeli tiket pada 17 Februari dan biaya kepulangannya sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah kota,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Ketua BP3MI Sumsel, Aminah, mengatakan bahwa pihaknya sering menangani kasus-kasus pekerja migran ilegal. “Oleh karena itu, kami terus gencar mengadakan sosialisasi dan penyuluhan ke berbagai daerah agar kejadian serupa dengan yang dialami Dewi tidak terulang,” ungkap Aminah.
Ia juga mengingatkan bahwa berdasarkan Pasal 69 UU Nomor 18 Tahun 2017, individu dilarang mengirim pekerja migran ke luar negeri kecuali melalui perusahaan yang sah, berbadan hukum, dan memiliki izin yang resmi.