“Alhamdulillah, kalau ada yang tidak setuju, ya silakan keluar. Banyak anak muda kita yang siap masuk, dengan kemampuan dan semangat baru,” tegasnya.
Presiden juga mengisyaratkan bahwa BUMN ke depan akan lebih terbuka terhadap generasi muda yang memiliki visi inovatif dan berorientasi pada kepentingan bangsa.
BACA JUGA:Presiden Prabowo Umumkan Kenaikan Gaji Hakim hingga 280 Persen
BACA JUGA:Presiden Prabowo Berikan Bantuan Sapi Kurban, Wali Kota Prabumulih Sampaikan Terima Kasih
Langkah-langkah reformasi ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana negara ditargetkan menjadi kekuatan ekonomi besar dunia. Untuk mencapai itu, pengelolaan aset negara, termasuk BUMN, harus dilakukan secara transparan, efisien, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Penghapusan bonus bagi komisaris dipandang sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah bertekad mengakhiri praktik yang tidak produktif, sekaligus membangun fondasi baru bagi tata kelola BUMN yang lebih sehat.
Meski kebijakan ini menuai apresiasi, banyak kalangan menilai bahwa tantangan terbesar adalah konsistensi dalam implementasi. Perubahan kultur di tubuh BUMN membutuhkan komitmen jangka panjang, bukan hanya dari pimpinan perusahaan tetapi juga dari seluruh jajaran pekerja.(*)