Aksi Anarkis di Palembang: Aparat Amankan 59 Orang, Dua Pos Polisi Dibakar

Aksi Anarkis di Palembang: Aparat Amankan 59 Orang, Dua Pos Polisi Dibakar--

PALEMBANG, KORANPRABUMULIHPOS.COM - Kericuhan yang dipicu kemarahan publik terkait perilaku anggota DPR-RI dan meninggalnya seorang driver ojol di Jakarta merembet ke Kota Palembang. Insiden terjadi dinihari, mulai pukul 02.30 WIB hingga 04.45 WIB.

Ratusan orang awalnya berkumpul di Simpang Lima DPRD Sumsel. Sekitar pukul 03.00 WIB, mereka menyerbu gedung DPRD Sumsel, merusak pagar, dan melakukan pembakaran di halaman depan. 

Personel Polda Sumsel dibantu Kodam II Sriwijaya segera merespons, memukul mundur massa sekitar pukul 03.12 WIB. Namun, massa yang tidak terkendali kembali merusak pos polisi di sekitar Simpang Lima dan menimbulkan kerusakan pada CCTV gedung dewan.

Massa kemudian bergerak menuju Simpang Charitas ke arah Mapolda Sumsel, merusak pos polisi di bawah flyover, dan melempar batu ke arah Mapolda. Akibatnya, seorang anggota polisi mengalami luka di pelipis. Tidak puas, massa kembali ke DPRD Sumsel, berputar ke Simpang Patal, dan kembali merusak pos polisi.

BACA JUGA:Masyarakat Palembang Surati Kejati Sumsel, Minta Penahanan Rumah untuk Haji Halim

BACA JUGA:Satres Narkoba Prabumulih Ringkus Kurir Sabu Asal Palembang, Barang Bukti Disimpan dalam Kotak Rokok!

Sekitar pukul 04.20 WIB, kerusuhan berlanjut di kantor Ditlantas Polda Sumsel. Massa membakar pos depan serta beberapa mobil dinas. Perusakan berlanjut ke pos lantas Kelambi Daro di kawasan rumah susun. Beberapa anggota kepolisian dan warga terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Dari sekitar 200 orang yang terlibat, aparat berhasil mengamankan 59 orang. Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi menyebut, “42 orang diamankan di Polda Sumsel, termasuk saat sempat mencoba menyerang kantor. Sementara 17 orang diamankan Polrestabes Palembang. Kami masih mendalami peran provokator, mereka tidak termasuk rencana aksi resmi Senin nanti.”

Pasca-kericuhan, Mapolda Sumsel meningkatkan penjagaan dan melakukan pemeriksaan berlapis terhadap setiap orang yang keluar-masuk. Kapolda menegaskan langkah ini untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mengantisipasi pergerakan massa susulan, termasuk di Lubuk Linggau, Baturaja, dan Palembang.

Kapolda juga menyayangkan sebagian besar pelaku masih berusia remaja. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua agar anak-anak tidak terlibat aksi anarkis,” ujarnya. Dari hasil pemeriksaan, dua orang positif mengonsumsi ganja dan satu orang positif sabu-sabu.

BACA JUGA:Saham BRI Terbang Tinggi, Warga Palembang Jadikan Investasi Saham sebagai Gaya Hidup Baru

BACA JUGA:Lestarikan Budaya, Payuputat Prabumulih Gelar Lomba Bidar di Sungai Lematang: Pemenang Dikirim ke Palembang

Di sisi lain, Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Maesa Soegriwo memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal meski terjadi kerusuhan. Kapolrestabes Palembang Kombes Pol DR Harryo Sugihhartono menambahkan, “Semua 17 orang yang diamankan kini berada di Mapolda Sumsel untuk pemeriksaan intensif. Barang bukti yang diamankan meliputi sebilah parang dan enam motor.”

Kapolda menegaskan, aparat akan terus melakukan langkah preventif bersama TNI, sesuai arahan Presiden, untuk memastikan Sumsel tetap aman dan kondusif.(*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan
IKLAN
PRABUMULIHPOSBANNER