Jus Seledri: Manfaat Kesehatan dan Risiko yang Perlu Diketahui
Jus Seledri: Manfaat Kesehatan dan Risiko yang Perlu Diketahui--Foto: Freepik
Studi di Clinical and Experimental Gastroenterology menyebutkan bahwa pati dalam seledri dapat difermentasi di usus, memicu kembung dan rasa tidak nyaman, terutama bagi mereka yang memiliki perut sensitif.
Sensitivitas Kulit
Kandungan psoralen pada seledri dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari.
Akibatnya, kulit bisa lebih mudah terbakar atau mengalami ruam. Temuan ini didukung oleh penelitian yang dipublikasikan di International Journal of Dermatology.
Kandungan Serat yang Rendah
Meskipun seledri kaya serat saat dikonsumsi utuh, jusnya justru memiliki serat yang sangat sedikit. Minuman rendah serat dicerna lebih cepat, sehingga rasa lapar dapat muncul lebih cepat dan memicu konsumsi makanan lebih banyak.
Hal ini dapat menghambat usaha penurunan berat badan bagi mereka yang sulit mengendalikan nafsu makan.
BACA JUGA:Tak Hanya Sedap di Masakan, Ini 4 Manfaat Kecombrang bagi Kesehatan Tubuh
BACA JUGA:6 Makanan Pengganti Nasi yang Lebih Bergizi dan Rendah Gula
Kesimpulannya, jus seledri memang menawarkan beberapa manfaat, tetapi juga memiliki risiko yang perlu diperhatikan.
Mengonsumsinya dengan bijak dan menyesuaikan dengan kondisi tubuh adalah kunci agar tetap aman dan sehat.

