Kuatkan Napas Energi Sumatra, Prabumulih Nyalakan Harapan Warga Melalui Alisan Gas
Kuatkan Napas Energi Sumatra, Prabumulih Nyalakan Harapan Warga Bersama Alisan Gas--
PRABUMULIH,KORANPABUMULIHPOS.COM - Di sebuah rumah sederhana di Kelurahan Pasar Kecamatan Prabumulih Utara, aroma masakan sore itu menyeruak dari dapur. Ange Fitmawati, ibu rumah tangga yang sudah bertahun-tahun menggunakan jaringan gas kota, terlihat tersenyum ketika api biru dari kompor mungilnya menyala stabil.
“Senang sekali pakai gas kota. Lebih murah, nggak perlu rebutan tabung, dan jarang macet alirannya,” ujarnya sembari memasukkan bumbu ke dalam wajan.
Bagi Ange, kehadiran jaringan gas kota bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga soal keamanan. “Yang penting tetap nyala setiap hari. Inilah ibu rumah tangga, aktivitas Kami sangat bergantung dengan gas alam,” kata istri Neno lesmana ini.
Cerita Ange bukan satu-satunya. Di sudut berbeda Kota Prabumulih, Marwati, pedagang bakso bakar dan pentol bakso kuah di Padat Karya Prabumulih, sedang menata peralatan dagangnya. Di bawah mejanya tabung LPG 3 kilogram tampak terikat rapi.
BACA JUGA:Bahan Pokok Murah Diserbu Warga Tanjung Raman, Pemkot Prabumulih Komitmen Jaga Kestabilan Harga
BACA JUGA:Pertamina Drilling Pacu Lompatan Inovasi: Value Creation DIF 2025 Melejit hingga Rp 898 Miliar
Baginya, ketersediaan LPG bukan soal bisnis semata, tapi keberlanjutan hidup keluarga. “Alhamdulillah, sekarang LPG 3 kg lancar. Meski harganya lumayan tinggi, tapi yang penting ada. Kalau stok putus, kami pedagang kecil ini paling pusing,” katanya bersahaja dengan sigat melayani pelanggannya.
Di balik aliran gas kota yang stabil, di balik lancarnya distribusi LPG bagi UMKM seperti Marwati, ada mesin besar yang bekerja tanpa henti. Ada sumur-sumur tua yang kembali berdenyut, tekanan yang diturunkan, teknologi baru yang dipasang, dan para pekerja yang menjaga operasi migas selama 24 jam.
Pusat dari semua itu adalah aktivitas PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 Prabumulih Field, salah satu tulang punggung pasokan LPG domestik di Sumatra.
Dalam sebuah sesi wawancara yang digelar akhir oktober lalu, General Manager PEP Zona 4, Djudjuwanto, menegaskan peran strategis Prabumulih dalam pemenuhan energi nasional.
BACA JUGA:7 Manfaat Pare untuk Kesehatan, dari Turunkan Kolesterol hingga Lawan Kanker
BACA JUGA:Intip Kabin Mewah Chery J6T, SUV Listrik yang Siap Tantang Mobil Jepang dan Eropa
“Prabumulih ini bukan hanya penghasil minyak dan gas. Ia sudah menjadi pilar pasokan LPG domestik di Sumatra. Ini komitmen kami menjaga ketahanan energi Indonesia,” ucapnya mantap.
Data yang dirilis PEP Zona 4 per September 2025 menunjukkan capaian luar biasa. Total produksi LPG meningkat dari 10.693,20 metrik ton (September 2024) menjadi 16.547,43 metrik ton (September 2025), artinya ada lonjakan mencapai 54,75% dalam satu tahun.
Rata-rata produksi harian juga naik signifikan, dari 39,60 ton menjadi 61,29 ton. Bagi industri energi, peningkatan hampir dua kali lipat dalam waktu singkat bukan hal yang bisa dianggap remeh.
“Ini hasil kerja keras tim di lapangan. Inovasi teknologi, optimasi sumur tua, hingga pola operasi baru, semuanya dilakukan untuk memastikan suplai LPG tetap terjaga,” tambah Djudjuwanto.
BACA JUGA:Intip Kabin Mewah Chery J6T, SUV Listrik yang Siap Tantang Mobil Jepang dan Eropa
BACA JUGA:Bahan Pokok Murah Diserbu Warga Tanjung Raman, Pemkot Prabumulih Komitmen Jaga Kestabilan Harga
Menurutnya, Lonjakan produksi itu tidak terjadi begitu saja. Ada sederet inovasi di baliknya. Diantaranya adalah CO₂ Removal Plant & LPG Processing Packages Teknologi ini menghilangkan kandungan karbon dioksida dari gas alam, menghasilkan LPG lebih murni, lebih aman, dan ramah lingkungan.
Lalu Instalasi pemrosesan gas (C3 dan C4) juga bekerja secara otomatis dan cepat, mengolah gas menjadi LPG siap distribusi. Sehingga Tim PEP dapat secara optimal memfokuskan kerja pada sumur-sumur berproduktivitas tinggi, seperti di struktur Air Serdang dan Beringin, Efisiensi aliran gas dari sumur ke fasilitas pengolahan juga terus ditingkatkan.
Ada juga istrlah On Stream Project, Lowering Pressure Ini adalah proyek yang tidak terdengar dari luar, tetapi dampaknya terasa besar. Dengan menurunkan tekanan sistem, gas dari sumur bertekanan rendah dapat tetap dialirkan. Sumur-sumur tua yang sebelumnya dianggap tidak optimal kini kembali produktif.
Kemudian mengatur Perubahan Pola Operasi, tentang Struktur Karangan. Ada penyesuaian pola alir dan distribusi gas di struktur Karangan membuat suplai menjadi lebih stabil, sekaligus membuka potensi tambahan bagi pasokan bahan baku LPG.
BACA JUGA:Bahan Pokok Murah Diserbu Warga Tanjung Raman, Pemkot Prabumulih Komitmen Jaga Kestabilan Harga
BACA JUGA:Pertamina Drilling Pacu Lompatan Inovasi: Value Creation DIF 2025 Melejit hingga Rp 898 Miliar
“Kami memadukan teknologi dan strategi lapangan. Hasilnya, suplai lebih stabil dan efisiensi meningkat, yang terpenting, Prabumulih bisa terus berkontribusi menjaga ketahanan energi nasional.” ” jelas Lutfi, Assistant Manager Pertamina EP Prabumulih.
Apa yang dilakukan PEP Zona 4 bukan hanya soal target produksi atau angka metrik ton. Dampaknya jauh lebih nyata bagi masyarakat: gas kota menyala di dapur, LPG tersedia bagi pedagang, industri rumahan hidup, dan masyarakat merasa aman.
Ange Fitmawati kembali bercerita tentang kebiasaan keluarganya memasak malam hari. “Kalau gas kota mati, kami pasti kelabakan. Tapi sejauh ini alhamdulillah jarang. Makanya kami bersyukur Prabumulih bisa produksi gas sendiri.” kayanya.
Marwati juga merasakan hal sama. Baginya, pedagang makanan sangat bergantung pada LPG. “Sebulan bisa habis tiga sampai lima tabung. Kalau kosong di pangkalan, saya tidak bisa jualan. Jadi saya bersyukur suplai dari Pertamina lancar," tutur wanita tiga anak ini.
BACA JUGA:Kawasaki Versys X-250 2026, Tampilan Baru Performa Makin Tangguh
BACA JUGA:Gadget Bikin Stres? Ini Cara Mengatasinya
Kisah-kisah sederhana ini sejalan dengan pesan Lutfi. “Kami ini bekerja untuk memastikan energi tetap mengalir. Energi itu bukan hanya angka produksi, tetapi kehidupan masyarakat," katanya.
Seiring meningkatnya konsumsi LPG nasional, keberadaan pusat produksi seperti Prabumulih menjadi sangat vital. Di sinilah LPG diproses, disalurkan, dan dikirim ke berbagai kabupaten/kota di Sumatra Selatan dan sekitarnya.
Djudjuwanto menekankan bahwa tugas ini tidak mudah, sehingga diperlukan upaya maksimal agar dapat menjadikan hasil operasi sebagai upaya menjaga ketahanna energy Sumatera.
“Ketahanan energi tidak boleh berhenti. PEP Zona 4 akan terus meningkatkan efisiensi operasi, menjaga keselamatan kerja, dan memastikan pasokan LPG stabil,” tegasnya.
BACA JUGA:Motor Sport Kawasaki Z900 SE, Motor Adventure yang Semakin Tangguh
BACA JUGA:Gadget Bikin Stres? Ini Cara Mengatasinya
Dia menjelaskan sebagai wujud nyata perannya dapat mempertahankan energy nasional, Kontribusi PEP Prabumulih mencakup berbagai hal, muali dari peningkatan efisiensi dan keselamatan operasi miga, menjaga pasokan LPG nasional agar tetap stabil dan berkualitas dan mendukung ketahanan energi nasional, khususnya di Sumatra.
Di balik kilang, sumur, dan instalasi gas yang bekerja tanpa suara, kehidupan masyarakat berjalan seperti biasa—anak-anak belajar, ibu memasak, pedagang berkeliling, dan UMKM memproduksi makanan Setiap tetes gas yang mengalir dari Prabumulih sesungguhnya menghidupkan jutaan harapan.
Ange Fitmawati menutup percakapan dengan kalimat sederhana namun penuh makna. “Yang penting gas tetap menyala. Selama itu ada, hidup kita akan terasa aman. Aktivitas didapur tidak akan terhambat,” lirihnya.
Pernyataan ini mewakili para Ange- ange yang lain yang ada di Kota Prabumulih, yang merasakan manfaat adanya gas Kota Prabumulih, bahkan Pemerintah Kota Prabumulih di tahun 2014 lalu sempat mendapatkan penghargaan dari Kementrian ESDM karena warganya hampil 100 persen dialiri gas kota.
BACA JUGA:Kawasaki Versys X-250 2026, Tampilan Baru Performa Makin Tangguh

