Komisaris Pertamina Kunjungi Rig PDSI di Indramayu: Tekankan Keselamatan, Lingkungan, dan Keberlanjutan Energi

Jumat 29 Aug 2025 - 20:04 WIB
Reporter : Ros
Editor : Ros Suhendra

INDRAMAYU, KORANPRABUMULIHPOS.COM – Langkah serius terus dilakukan PT Pertamina (Persero) dalam memastikan bahwa setiap operasi pengeboran migas dijalankan dengan standar tertinggi, baik dari sisi keselamatan, teknologi, maupun keberlanjutan. 

Hal itu tampak dalam kunjungan kerja yang dilakukan jajaran komisaris Pertamina ke wilayah operasi pengeboran eksplorasi di Indramayu, Jawa Barat, belum lama ini. 

Rombongan dipimpin langsung oleh Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, didampingi Komisaris Bambang Suswantono serta Komisaris Independen Raden Adjeng Sondaryani. 

Mereka meninjau langsung aktivitas Rig PDSI#15.3 yang saat ini sedang mengebor Sumur Eksplorasi South Akasia Cinta (SAC)-001 di Desa Rawadalem, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu.

BACA JUGA:Pertamina Drilling Raih Tiga Penghargaan di Best Human Capital Awards 2025

BACA JUGA:Pertamina Drilling Toreh Sejarah, Debut PertaGuar: Kemandirian Teknologi Migas Indonesia!

Tak hanya meninjau operasi lapangan, rombongan juga menyambangi Indonesia Drilling Training Center (IDTC) yang berada di Desa Kaplongan, Kecamatan Kedokan Bunder, Indramayu. Fasilitas ini dikenal luas sebagai pusat pelatihan pengeboran migas modern yang menjadi kebanggaan Indonesia sekaligus Asia Tenggara.

Pengeboran SAC-001 resmi dimulai pada 16 Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Keberadaan sumur ini bukan sekadar proyek eksplorasi, melainkan bagian dari upaya besar Pertamina untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Proses pengeboran dilakukan menggunakan Rig PDSI#15.3, milik PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling). Perusahaan ini dikenal sebagai ujung tombak operasi pengeboran Pertamina yang terus mengedepankan prinsip keselamatan kerja (safety first) dan efisiensi operasional.

Dalam kunjungan tersebut, Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menegaskan kembali bahwa keselamatan kerja adalah prioritas utama. Menurutnya, tidak ada kompromi dalam menjaga nyawa pekerja dan keamanan operasi.

BACA JUGA:Eksplorasi SBKD-01 Gunakan Rig PDSI#43.3, Pertamina Drilling Temukan Cadangan Gas Baru di Nunukan

BACA JUGA:53 Rig Aktif, Pertamina Drilling Garda Energi Nasional

“Keselamatan mutlak diutamakan dengan menerapkan Compliance Life Saving Rules (CLSR), HSSE Golden Rules, serta disiplin Salam Lima Jari. Semua itu adalah fondasi utama keberhasilan setiap operasi pengeboran,” tegas Iriawan.

Pernyataan tersebut sejalan dengan standar global industri migas yang menjadikan keselamatan bukan sekadar aturan formalitas, tetapi sebagai budaya kerja yang harus melekat pada setiap individu di lapangan.

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, yang turut hadir mendampingi kunjungan komisaris, menyampaikan optimismenya terhadap kontribusi besar yang akan dihasilkan dari pengeboran ini.

Kategori :