“Keberadaan Sumur SAC-001 diharapkan mampu memberi kontribusi signifikan terhadap produksi migas nasional. Lebih jauh lagi, keberhasilan ini akan menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia,” ujar Avep.
BACA JUGA:Rig Merah Putih Tampil di STI 2025: Langkah Nyata Pertamina Drilling Wujudkan Swasembada Energi
BACA JUGA:Terobosan IDESS! Pertamina Drilling Sukses Pangkas Biaya Pengeboran hingga 9 Persen
Ia juga menekankan bahwa selain aspek teknis dan keselamatan, Pertamina Drilling berkomitmen menjalankan operasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Kunjungan komisaris kemudian berlanjut ke Indonesia Drilling Training Center (IDTC), sebuah fasilitas pendidikan dan pelatihan yang menjadi kebanggaan bangsa.
Di sana, para komisaris menyaksikan berbagai fasilitas canggih, mulai dari drilling simulator berteknologi tinggi, well control training center, laboratorium fluida pengeboran, hingga rig floor mock-up yang mampu mensimulasikan kondisi nyata di lapangan.
Sejak berdiri, IDTC telah melahirkan lebih dari 15.000 tenaga kerja migas terlatih, bukan hanya dari Indonesia, tetapi juga dari berbagai negara di Asia, Timur Tengah, hingga Afrika. Keberadaan IDTC menjadikannya sebagai center of excellence dalam mencetak tenaga ahli pengeboran yang berdaya saing global.
Komisaris Independen Pertamina, Raden Adjeng Sondaryani, mengaku terkesan dengan fasilitas yang dimiliki IDTC.
“Saya melihat sendiri bagaimana IDTC ini mampu mencetak tenaga pengeboran yang berkompeten, disiplin, dan siap bersaing di level global. Dengan fasilitas modern yang dimiliki, Pertamina Drilling tidak hanya mendukung operasi migas nasional, tetapi juga berperan sebagai pusat pengembangan SDM energi untuk dunia,” tuturnya.
Pertamina Drilling menargetkan pengeboran eksplorasi di Indramayu ini dapat menjadi salah satu penopang produksi migas di Jawa Barat. Kawasan ini diyakini akan berkontribusi besar terhadap pasokan energi yang vital bagi kebutuhan nasional.
Dengan kombinasi teknologi modern, komitmen keselamatan, serta kepedulian lingkungan, Pertamina berharap operasi SAC-001 akan menghasilkan hasil positif sekaligus menjadi model pengeboran yang berkelanjutan.
Kunjungan jajaran komisaris Pertamina ke Rig PDSI#15.3 dan IDTC Indramayu bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bukti nyata komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan, kualitas, dan keberlanjutan operasi migas nasional.
Melalui pengeboran SAC-001 dan dukungan fasilitas pendidikan seperti IDTC, Pertamina Drilling terus menegaskan perannya sebagai pilar penting dalam ketahanan energi Indonesia, sekaligus motor penggerak dalam mencetak sumber daya manusia unggul di sektor migas.
Dengan segala langkah strategis ini, Pertamina bukan hanya berusaha memenuhi kebutuhan energi hari ini, tetapi juga menyiapkan fondasi kuat untuk masa depan energi Indonesia yang lebih aman, mandiri, dan berkelanjutan.