WASPADA! Kemenkes Deteksi 5 Kasus Super Flu di Sumsel, Mayoritas Perempuan dan Anak
WASPADA! Kemenkes Deteksi 5 Kasus Super Flu di Sumsel, Mayoritas Perempuan dan Anak--Foto: ilustrasi/gemini
SUMSEL, KORANPRABUMULIHPOS.COM – Kewaspadaan terhadap penyebaran Super Flu atau influenza A H3N2 subclade K meningkat di awal 2026.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengonfirmasi total 62 kasus terdeteksi di delapan provinsi di Indonesia, termasuk Sumatera Selatan (Sumsel) dengan lima kasus.
Data Kemenkes mencatat, kasus Super Flu terbanyak ditemukan di Jawa Timur dengan 23 kasus, disusul Kalimantan Selatan 18 kasus, Jawa Barat 10 kasus, Sumatera Selatan 5 kasus, serta Sumatera Utara 3 kasus. Sementara Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan DI Yogyakarta masing-masing melaporkan satu kasus.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, mengungkapkan mayoritas pasien merupakan perempuan dan anak-anak.
“Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,” kata Aji Muhawarman dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/1).
BACA JUGA:Layanan Meningkat, Penumpang KAI Palembang Tembus 1,09 Juta
BACA JUGA:Jelang Nataru 2025–2026, Polda Sumsel Perketat Pengamanan: Keselamatan Pengguna Jalan Jadi Prioritas
Secara rinci, kasus pada perempuan mencapai 64,5 persen atau 40 kasus. Berdasarkan kelompok usia, paling banyak menyerang anak usia 1–10 tahun sebesar 35,5 persen, disusul usia 21–30 tahun 21 persen, usia 11–20 tahun 19,4 persen, serta kelompok usia di atas 60 tahun sebesar 8,1 persen.
“Kemudian usia 21–30 tahun 21 persen, usia 11–20 tahun 19,4 persen, usia di atas 60 tahun sebanyak 8,1 persen,” ujarnya.
Meski demikian, Kemenkes memastikan kondisi masih terkendali. Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menegaskan subclade K tidak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan influenza lainnya.
“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman,” jelasnya.
BACA JUGA:Jelang Nataru 2025–2026, Polda Sumsel Perketat Pengamanan: Keselamatan Pengguna Jalan Jadi Prioritas
BACA JUGA:Ini Harapan Ketua SP PLN Indonesia di Usia 7 Tahun
Ia menambahkan, gejala yang dialami pasien umumnya berupa demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan. Secara global, peningkatan kasus influenza A(H3) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025 dan telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.

