Aktif Golf di 2026? Waspadai Risiko Cedera dan Cara Penanganannya

Aktif Golf di 2026? Waspadai Risiko Cedera dan Cara Penanganannya--Foto: Freepik

KORANPRABUMULIHPOS.COM - Memasuki tahun 2026, aktivitas golf kembali diminati oleh banyak orang setelah sempat vakum cukup lama. Hal ini sejalan dengan komitmen menjalani gaya hidup yang lebih sehat dan aktif.

 Meski demikian, peningkatan frekuensi bermain yang dilakukan secara tiba-tiba dapat memicu keluhan nyeri otot hingga cedera apabila tidak disertai persiapan yang tepat.

Dokter ortopedi Mayapada Hospital Kuningan, Jafri Hasan, menjelaskan bahwa risiko cedera seperti terkilir, robekan otot, patah tulang, hingga dislokasi cukup tinggi, terutama pada area bahu, siku, punggung bawah, paha, lutut, betis, dan pergelangan kaki. 

Oleh karena itu, mengenali gejala awal cedera menjadi langkah penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

BACA JUGA:5 Manfaat Tempe yang Bikin Tubuh Lebih Sehat

BACA JUGA:Cokelat Hitam: Lezat, Kaya Nutrisi, dan Penuh Manfaat Kesehatan

Penanganan Awal Cedera dengan Prinsip PRICE

PRICE merupakan metode pertolongan pertama yang umum digunakan untuk cedera olahraga dan mencakup lima tahapan utama. 

Tahap pertama adalah Protection, yakni melindungi area yang cedera dengan alat bantu seperti bidai atau penyangga. 

Berikutnya, Rest dengan menghentikan aktivitas yang berpotensi memperparah kondisi cedera.

Tahap Ice dilakukan dengan memberikan kompres es selama 15 hingga 20 menit setiap 2–3 jam untuk membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan. 

BACA JUGA:Sering Makan Gorengan? Waspadai Risiko Jantung dan Stroke

BACA JUGA:5 Olahraga Sederhana Tanpa Alat yang Efektif Membakar Kalori

Compression menggunakan perban elastis berfungsi menekan area cedera agar pembengkakan tidak semakin meluas. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan
IKLAN
PRABUMULIHPOSBANNER