BLT Kesra Rp900 Ribu Dipastikan Tidak Berlanjut pada 2026
BLT Kesra Rp900 Ribu Dipastikan Tidak Berlanjut pada 2026--
SUMSEL, KORANPRABUMULIHPOS.COM — Pemerintah memastikan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) senilai Rp900 ribu tidak dilanjutkan pada tahun 2026.
Program tersebut bersifat stimulus sementara yang diberikan pada akhir 2025 untuk menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan BLT Kesra merupakan bantuan tambahan yang dirancang khusus sebagai stimulus jangka pendek. “BLT Kesra bersifat stimulus akhir 2025,” ujar Airlangga, beberapa waktu lalu.
Kepastian penghentian program ini disayangkan sebagian masyarakat penerima manfaat, khususnya kelompok ekonomi rentan. BLT Kesra yang disalurkan sejak November 2025 dinilai membantu memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga menjelang akhir tahun.
Nuraini (53), warga Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, mengaku bantuan tersebut sangat membantu keluarganya. Ia menggunakan dana BLT Kesra untuk membeli kebutuhan sehari-hari. “Baru pertama kali dapat BLT Kesra. Uangnya sangat membantu untuk kebutuhan dapur,” ujarnya, Sabtu (27/12/2025).
BACA JUGA:Jelang Akhir Tahun, Pemerintah Kebut BLTS untuk 35 Juta Warga Rentan
BACA JUGA:BLT-DD Tahap III Cair, 43 KPM Desa Kemang Tanduk Terima Rp900 Ribu Langsung di Balai Desa
Hal senada disampaikan Evi, warga Pakjo, Palembang. Ia berharap program bantuan tunai serupa tetap diberikan meski dengan frekuensi lebih jarang. “Kalau tidak tiga bulan sekali, setidaknya setahun sekali. Bantuan ini sangat terasa manfaatnya,” katanya.
Sumi, warga Kecamatan Ilir Barat I Palembang, juga mengaku khawatir jika BLT Kesra benar-benar tidak berlanjut. Menurutnya, bantuan tunai tersebut berperan penting dalam menjaga konsumsi rumah tangga berpenghasilan rendah. “Kami berharap pemerintah masih bisa melanjutkan atau menggantinya dengan bantuan lain,” ujarnya.
Sementara itu, Erna, warga Ilir Barat II Palembang, mengaku tidak menerima BLT Kesra karena harus memilih antara program bantuan tunai atau Kartu Indonesia Sehat (KIS). “Karena kebutuhan kesehatan lebih mendesak, saya memilih KIS,” katanya. Meski demikian, ia menilai BLT Kesra sebagai program yang baik jika penyalurannya tepat sasaran.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Empat Lawang, Eka Agustina, mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima informasi resmi dari pemerintah pusat terkait kebijakan penghentian BLT Kesra pada 2026. “Belum ada informasi resmi yang kami terima,” ujarnya singkat.
Meski BLT Kesra tidak dilanjutkan, pemerintah memastikan program bantuan sosial reguler tetap berjalan. Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) akan terus disalurkan pada 2026 dengan skema penargetan yang lebih terarah.
BACA JUGA:16 Tahun BLT Berjalan, Namun Angka Kemiskinan di Sumsel Masih Tinggi di 3 Daerah Ini
BACA JUGA:Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat hingga Salurkan BLT - Insentif

