Mixpanel Diserang Hacker, Data Pengguna OpenAI Ikut Terekspos

Mixpanel Diserang Hacker, Data Pengguna OpenAI Ikut Terekspos--

KORANPRABUMULIHPOS.COM - OpenAI kembali menjadi sorotan setelah terjadi insiden kebocoran data yang melibatkan salah satu mitranya. Perusahaan induk ChatGPT itu mengungkapkan bahwa sebuah penyedia analitik pihak ketiga, Mixpanel, mengalami peretasan sehingga sejumlah data pengguna ikut terekspos.

Dalam keterangan resmi yang dipublikasikan melalui blog perusahaan, OpenAI menyebutkan bahwa insiden ini hanya berdampak pada pengguna yang memiliki akun untuk mengakses platform API mereka. Pengguna ChatGPT reguler disebut tidak terpengaruh dan tidak perlu khawatir.

OpenAI menegaskan bahwa sistem internal mereka aman.
“Ini bukan kebocoran dari sistem OpenAI. Tidak ada chat, permintaan API, data penggunaan, password, kredensial, kunci API, informasi pembayaran, ataupun identitas resmi yang disusupi,” tulis perusahaan dalam pernyataannya, seperti yang diberitakan Bleeping Computer pada Sabtu (29/11/2025).

Adapun data yang dicuri meliputi nama pengguna, alamat email, lokasi berdasarkan data browser, jenis sistem operasi dan browser yang digunakan, situs rujukan, serta organisasi atau user ID yang terhubung dengan akun API milik pengguna.

Mixpanel sendiri mengungkapkan bahwa pelanggaran terjadi akibat serangan phishing melalui SMS yang terdeteksi pada 8 November. OpenAI menerima laporan tentang insiden ini pada 25 November dan langsung menyampaikan informasi tersebut kepada seluruh pengguna sehari setelahnya.

Sebagai langkah mitigasi, OpenAI menghapus Mixpanel dari sistem produksi dan menghubungi organisasi serta administrator terkait untuk memberikan pemberitahuan langsung. Investigasi penuh juga sedang dilakukan guna memahami skala insiden secara detail.

Meskipun tidak ada data sensitif yang bocor, OpenAI tetap mengimbau pengguna untuk waspada terhadap potensi phishing atau rekayasa sosial. Pesan yang berisi tautan atau lampiran harus dipastikan berasal dari domain resmi OpenAI. Selain itu, pengguna disarankan mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) dan menghindari mengirimkan informasi penting melalui email, SMS, atau chat. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan
IKLAN
PRABUMULIHPOSBANNER