Arab Saudi Bangun Pusat Data Raksasa, Digadang Jadi Otak Digital Global
Hexagon Data Centre--
KORANPRABUMULIHPOS.COM – Arab Saudi kembali menunjukkan ambisi besarnya di bidang teknologi dengan mengumumkan proyek pembangunan Hexagon Data Centre, pusat data pemerintah berskala raksasa yang diklaim akan menjadi yang terbesar di dunia. Proyek ini menelan investasi sekitar USD 2,7 miliar dan diproyeksikan menjadi tulang punggung transformasi digital negara tersebut.
Pembangunan Hexagon merupakan bagian dari agenda Vision 2030, program reformasi ekonomi dan teknologi yang dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Pusat data ini dirancang sebagai fasilitas berstandar Tier IV, level tertinggi dalam keandalan operasional, untuk mendukung pertumbuhan pesat layanan digital sektor publik dan mempercepat transisi Arab Saudi menuju ekonomi berbasis data.
Hexagon Data Centre akan berlokasi di Riyadh dengan luas mencapai lebih dari 30 juta kaki persegi dan kapasitas daya hingga 480 megawatt. Skala ini menempatkannya sebagai salah satu pusat data terbesar yang pernah dibangun, sebagaimana dikutip dari Gulf News, Sabtu (3/1/2026).
Dengan kapasitas tersebut, fasilitas ini diharapkan mengukuhkan posisi Arab Saudi sebagai pusat infrastruktur digital global, khususnya dalam pengelolaan layanan pemerintahan dan pengembangan teknologi kecerdasan buatan.
Tak hanya berfungsi sebagai pusat data tunggal, Hexagon juga akan menjadi inti dari jaringan fasilitas digital yang saling terhubung di seluruh wilayah Saudi. Inisiatif ini dipimpin oleh Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA), lembaga yang sejak 2019 bertanggung jawab atas tata kelola data nasional, big data, dan strategi AI.
Pemerintah menilai ekspansi infrastruktur digital ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi non-minyak sekaligus meningkatkan efisiensi serta kualitas layanan publik. SDAIA memperkirakan proyek Hexagon dapat memberikan dampak ekonomi lebih dari 10 miliar riyal Saudi atau sekitar USD 2,67 miliar, serta menghasilkan penghematan operasional tahunan hingga 1,8 miliar riyal (sekitar USD 480 juta).
Dari sisi lingkungan, Hexagon dirancang dengan pendekatan keberlanjutan. Pusat data ini akan mengadopsi teknologi pendinginan hemat energi serta memanfaatkan sumber energi terbarukan. Berkat konsep tersebut, fasilitas ini ditargetkan meraih sertifikasi LEED Gold, menjadikannya salah satu pusat data ramah lingkungan terbesar di dunia.
Selain itu, Hexagon juga disiapkan untuk mengantongi berbagai sertifikasi internasional, termasuk Tier IV dan ISO/IEC 22237, yang menandakan tingkat kesiapan operasional sangat tinggi dengan ketersediaan sistem nyaris tanpa gangguan.
Ke depan, Hexagon Data Centre akan menjadi platform utama bagi instansi pemerintah maupun sektor swasta untuk mengadopsi teknologi digital dan kecerdasan buatan terkini. Proyek ini sekaligus memperkuat posisi Arab Saudi dalam peta persaingan teknologi dan transformasi digital global. (*)

