AMD Pamer Mini PC AI Berperforma Tinggi, Rilis Juni Mendatang

Mini PC AMD Ryzen AI Halo--

KORANPRABUMULIHPOS.COM – AMD dikabarkan tengah menyiapkan peluncuran mini PC terbarunya yang mengusung nama Ryzen AI Halo. Perangkat ini dijadwalkan meluncur pada Juni mendatang, setelah sebelumnya sempat diperlihatkan secara singkat di ajang CES 2026.

Mini PC ini dirancang khusus untuk kalangan pengembang kecerdasan buatan (AI), dengan kemampuan menjalankan berbagai aplikasi berat seperti LM Studio, ComfyUI, hingga Visual Studio Code secara optimal.

Informasi terbaru mengenai perangkat ini muncul dari seorang pengguna Reddit bernama 1ncehost, yang mengaku menghadiri acara AMD AI DevDay di San Francisco. Dalam kesempatan tersebut, Senior Vice President sekaligus General Manager AMD, Jack Huynh, terlihat memamerkan langsung perangkat mini tersebut di atas panggung.

Beberapa foto yang dibagikan juga menampilkan spesifikasi yang cukup mencuri perhatian. Huynh disebut telah mengonfirmasi jadwal rilis pada Juni, meski belum mengungkapkan banderol harga resminya.

Spesifikasi Gahar untuk Kebutuhan AI

Berdasarkan paparan yang ditampilkan, Ryzen AI Halo akan dibekali prosesor Ryzen AI Max+ 395, yang merupakan salah satu chip paling bertenaga dari keluarga Strix Halo milik AMD.

Unit yang dipamerkan menggunakan konfigurasi memori terpadu hingga 128GB, menjalankan sistem operasi Ubuntu, serta dilengkapi pencahayaan RGB yang bisa dikustomisasi di bagian depan.

Dari sisi performa, chip ini dibuat dengan teknologi fabrikasi 4nm dari TSMC dan mengusung 15 inti CPU berbasis arsitektur Zen 5 dengan total 32 thread. Kecepatan dasarnya berada di angka 3GHz dan dapat meningkat hingga 5,1GHz.

Untuk grafis dan pemrosesan AI, AMD menyematkan GPU Radeon 8060S berbasis RDNA 3.5 dengan 40 compute units. Selain itu, terdapat juga NPU XDNA 2 yang mampu menghasilkan performa AI hingga 50 TOPS.

Prosesor ini memiliki TDP 55W, cache L3 sebesar 64MB, serta mendukung memori quad-channel LPDDR5X 256-bit dengan kecepatan hingga 8.000 MT/s.

Harga dan Respons Pasar

Chip kelas atas ini sebenarnya sudah mulai digunakan oleh sejumlah produsen OEM, baik pada laptop Copilot+ maupun mini PC performa tinggi.

Sebagai perbandingan, mini PC GMKtec EVO-X2 yang menggunakan chip serupa dengan RAM 96GB dan storage 2TB dijual di kisaran USD 2.349 atau sekitar Rp 38 jutaan. Sementara itu, Nvidia DGX Spark dengan konfigurasi RAM 128GB dan penyimpanan 4TB dibanderol sekitar USD 4.699 atau Rp 76 jutaan.

Langkah AMD untuk masuk langsung ke pasar mini PC sebagai produsen utama memunculkan beragam tanggapan. Ada yang mempertanyakan potensi pasarnya, sementara sebagian lainnya menilai AMD agak terlambat merilis perangkat ini.

Meski begitu, kehadiran produk ini juga disambut positif karena dinilai dapat meningkatkan persaingan dan mendorong penurunan harga dari produsen lain, yang pada akhirnya menguntungkan konsumenJakarta – AMD dikabarkan tengah menyiapkan peluncuran mini PC terbarunya yang mengusung nama Ryzen AI Halo. Perangkat ini dijadwalkan meluncur pada Juni mendatang, setelah sebelumnya sempat diperlihatkan secara singkat di ajang CES 2026.

Mini PC ini dirancang khusus untuk kalangan pengembang kecerdasan buatan (AI), dengan kemampuan menjalankan berbagai aplikasi berat seperti LM Studio, ComfyUI, hingga Visual Studio Code secara optimal.

Informasi terbaru mengenai perangkat ini muncul dari seorang pengguna Reddit bernama 1ncehost, yang mengaku menghadiri acara AMD AI DevDay di San Francisco. Dalam kesempatan tersebut, Senior Vice President sekaligus General Manager AMD, Jack Huynh, terlihat memamerkan langsung perangkat mini tersebut di atas panggung.

Beberapa foto yang dibagikan juga menampilkan spesifikasi yang cukup mencuri perhatian. Huynh disebut telah mengonfirmasi jadwal rilis pada Juni, meski belum mengungkapkan banderol harga resminya.

Spesifikasi Gahar untuk Kebutuhan AI

Berdasarkan paparan yang ditampilkan, Ryzen AI Halo akan dibekali prosesor Ryzen AI Max+ 395, yang merupakan salah satu chip paling bertenaga dari keluarga Strix Halo milik AMD.

Unit yang dipamerkan menggunakan konfigurasi memori terpadu hingga 128GB, menjalankan sistem operasi Ubuntu, serta dilengkapi pencahayaan RGB yang bisa dikustomisasi di bagian depan.

Dari sisi performa, chip ini dibuat dengan teknologi fabrikasi 4nm dari TSMC dan mengusung 15 inti CPU berbasis arsitektur Zen 5 dengan total 32 thread. Kecepatan dasarnya berada di angka 3GHz dan dapat meningkat hingga 5,1GHz.

Untuk grafis dan pemrosesan AI, AMD menyematkan GPU Radeon 8060S berbasis RDNA 3.5 dengan 40 compute units. Selain itu, terdapat juga NPU XDNA 2 yang mampu menghasilkan performa AI hingga 50 TOPS.

Prosesor ini memiliki TDP 55W, cache L3 sebesar 64MB, serta mendukung memori quad-channel LPDDR5X 256-bit dengan kecepatan hingga 8.000 MT/s.

Harga dan Respons Pasar

Chip kelas atas ini sebenarnya sudah mulai digunakan oleh sejumlah produsen OEM, baik pada laptop Copilot+ maupun mini PC performa tinggi.

Sebagai perbandingan, mini PC GMKtec EVO-X2 yang menggunakan chip serupa dengan RAM 96GB dan storage 2TB dijual di kisaran USD 2.349 atau sekitar Rp 38 jutaan. Sementara itu, Nvidia DGX Spark dengan konfigurasi RAM 128GB dan penyimpanan 4TB dibanderol sekitar USD 4.699 atau Rp 76 jutaan.

Langkah AMD untuk masuk langsung ke pasar mini PC sebagai produsen utama memunculkan beragam tanggapan. Ada yang mempertanyakan potensi pasarnya, sementara sebagian lainnya menilai AMD agak terlambat merilis perangkat ini.

Meski begitu, kehadiran produk ini juga disambut positif karena dinilai dapat meningkatkan persaingan dan mendorong penurunan harga dari produsen lain, yang pada akhirnya menguntungkan konsumen.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan
IKLAN
PRABUMULIHPOSBANNER