Game Pass Dinilai Kemahalan, Xbox Siapkan Model Langganan Baru

xbox--

KORANPRABUMULIHPOS.COM – Pernyataan mengejutkan datang dari pimpinan baru divisi Xbox. CEO Xbox, Asha Sharma, mengakui bahwa biaya berlangganan layanan Xbox Game Pass saat ini dinilai terlalu mahal bagi sebagian pemain.

Hal tersebut disampaikan Sharma melalui memo internal kepada para karyawan Xbox. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa Game Pass tetap menjadi salah satu pilar utama bagi masa depan bisnis Xbox, namun model layanan yang ada sekarang masih bisa diubah.

Menurut Sharma, format yang digunakan saat ini belum merupakan bentuk akhir dari layanan tersebut. Perusahaan masih membuka kemungkinan untuk menyesuaikan skema harga dan fitur agar lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Ia menyebut bahwa dalam jangka pendek Game Pass memang terasa terlalu mahal bagi sebagian pemain, sehingga perusahaan perlu menciptakan keseimbangan baru antara harga dan nilai yang ditawarkan.

Sementara dalam jangka panjang, Xbox berencana mengembangkan Game Pass menjadi layanan yang lebih fleksibel. Konsep tersebut masih dalam tahap pengujian dan evaluasi sebelum diterapkan secara luas.

Harga Game Pass Sempat Naik Tajam

Komentar Sharma muncul beberapa bulan setelah Microsoft menaikkan tarif layanan Game Pass.

Pada Oktober 2025, paket Game Pass Ultimate mengalami kenaikan harga hingga sekitar 50 persen menjadi USD 29,99 per bulan. Selain itu, paket lainnya juga memiliki tarif berbeda, yakni:

  • Game Pass Premium: USD 15 per bulan
  • Game Pass Essential: USD 10 per bulan
  • PC Game Pass: sekitar USD 16,50 per bulan

Kenaikan tersebut sempat memicu perdebatan di kalangan gamer mengenai nilai layanan yang ditawarkan dibandingkan biaya berlangganannya.

Opsi Paket Lebih Murah dengan Iklan

Menurut laporan dari The Information, Microsoft kini tengah mempertimbangkan skema harga baru untuk Game Pass.

Salah satu ide yang sedang dibahas adalah menghadirkan paket langganan dengan iklan. Dengan model tersebut, pemain dapat mengakses game dengan biaya lebih murah, bahkan berpotensi gratis, tetapi harus menerima tayangan iklan dalam layanan.

Pendekatan ini mirip dengan strategi yang sudah diterapkan oleh layanan streaming seperti Netflix, yang menawarkan paket berlangganan lebih terjangkau dengan dukungan iklan.

Potensi Kolaborasi dengan Netflix

Laporan yang sama juga menyebutkan adanya pembicaraan mengenai kemungkinan menggabungkan layanan Game Pass dengan langganan Netflix.

Direktur Utama Netflix, Greg Peters, membenarkan bahwa kedua perusahaan memang sempat mendiskusikan berbagai ide kerja sama. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan resmi yang diambil.

Peters mengatakan setiap kolaborasi harus memberikan keuntungan bagi pengguna sekaligus menguntungkan kedua perusahaan.

Sementara itu, Microsoft masih terus mencari model bisnis yang paling tepat agar layanan Game Pass tetap menarik bagi gamer sekaligus mampu memberikan keuntungan bagi perusahaan. (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan
IKLAN
PRABUMULIHPOSBANNER