KORANPRABUMULIHPOS.COM – Perkembangan teknologi, terutama Artificial Intelligence (AI), diperkirakan akan membawa perubahan besar dalam sistem pendidikan. Indonesia pun dituntut untuk segera beradaptasi agar mampu mencetak generasi yang siap menghadapi persaingan global.
Anggota Dewan Pendidikan Nasional, Handi Irawan Djuwadi, menilai bahwa transformasi di sektor pendidikan menjadi semakin mendesak di tengah pesatnya kemajuan teknologi digital.
Menurutnya, pendekatan pembelajaran konvensional sudah tidak lagi relevan. Mulai dari kurikulum, metode pengajaran, hingga pengembangan sumber daya manusia harus disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Ia menegaskan bahwa proses belajar perlu dirancang lebih fleksibel dan adaptif agar mampu mempersiapkan generasi masa depan yang kompetitif.
Handi juga berharap pengalaman yang dimilikinya di bidang bisnis dan riset dapat memberikan sudut pandang baru dalam merumuskan kebijakan pendidikan nasional. Pendekatan lintas disiplin dinilai penting agar sistem pendidikan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.
Selama ini, Handi dikenal aktif dalam mendorong inovasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia merupakan CEO Frontier Group, perusahaan yang bergerak di bidang riset dan konsultasi pemasaran.
Selain itu, ia juga terlibat dalam berbagai inisiatif nasional seperti Top Brand Award, Hari Pelanggan Nasional, Hari Media Sosial, hingga Hari Inovasi Indonesia yang bertujuan mendorong budaya inovasi.
Di sektor pendidikan, Handi menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Pendidikan Kristen serta menjadi anggota Dewan Pendidikan Tinggi di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Ia juga aktif sebagai penasihat di sejumlah asosiasi pendidikan, termasuk Badan Musyawarah Perguruan Swasta dan Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Kristen Indonesia.
Sebelumnya, Abdul Mu'ti selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah secara resmi melantik Handi sebagai anggota Dewan Pendidikan Nasional periode 2026–2031 di Jakarta.
Dewan tersebut terdiri dari 13 tokoh yang bertugas memberikan rekomendasi strategis kepada pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan nasional.
Abdul Mu’ti berharap Dewan Pendidikan Nasional dapat menjadi mitra penting pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor pendidikan, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia sesuai visi pemerintahan Prabowo Subianto.
Dengan kolaborasi berbagai pihak dari latar belakang berbeda, pemerintah optimistis kebijakan pendidikan ke depan akan lebih inovatif, relevan, dan berkelanjutan di era digital. (*)