Rahasia Menjaga Kualitas Tidur di Bulan Puasa
Rahasia Menjaga Kualitas Tidur di Bulan Puasa--Foto: Freepik
KORANPRABUMULIHPOS.COM - Banyak orang mengaitkan gangguan tidur selama Ramadan dengan aktivitas sahur. Namun, secara ilmiah, masalah tidur pada bulan puasa lebih kompleks dan tidak hanya disebabkan oleh sahur.
Perubahan pola hidup, termasuk waktu makan dan kegiatan malam, turut memengaruhi kualitas tidur.
Selama Ramadan, umat Muslim kerap melakukan aktivitas malam, seperti salat Tarawih dan pertemuan sosial. Hal ini membuat tidur malam yang ideal, sekitar delapan jam tanpa terputus, sulit tercapai.
Perubahan Pola Tidur Selama Ramadan
Ritme sirkadian, jam biologis tubuh yang mengatur rasa kantuk dan waspada, dapat terganggu akibat perubahan jadwal tidur dan makan.
BACA JUGA:5 Manfaat Kubis untuk Kesehatan yang Perlu Kamu Tahu
BACA JUGA:Manfaat Buah Rambutan bagi Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui
Studi internasional terhadap mahasiswa-atlet semi profesional menunjukkan bahwa selama Ramadan, waktu tidur cenderung bergeser ke malam hari yang lebih larut. Durasi tidur berkurang hingga hampir dua jam pada paruh kedua bulan puasa.
Penelitian ini juga menemukan penurunan kualitas tidur, meningkatnya rasa kantuk di siang hari, dan gejala insomnia. Dengan kata lain, perubahan pola tidur selama Ramadan dapat menimbulkan kelelahan dan menurunkan konsentrasi.
Faktor Lain yang Memengaruhi Gangguan Tidur
Sahur bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan gangguan tidur. Faktor lain yang ikut berperan meliputi:
Aktivitas malam yang lebih panjang karena ibadah dan kegiatan sosial.
Konsumsi makanan berat atau minuman berkafein di malam hari.
Paparan cahaya layar gawai yang menekan produksi hormon melatonin.

