Baru 30 Persen Puskesmas Terlayani Dokter Gigi
Baru 30 Persen Puskesmas Terlayani Dokter Gigi--
SUMSEL, KORANPRABUMULIHPOS.COM - Ketimpangan distribusi dokter gigi di masih menjadi persoalan serius dalam layanan kesehatan dasar.
Dari sekitar 500 puskesmas yang tersebar di berbagai kabupaten/kota, baru sekitar 30 persen yang memiliki dokter gigi aktif. Artinya, hanya sekitar 100 dokter gigi yang saat ini bertugas melayani masyarakat di fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama.
Fakta ini disampaikan langsung Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, dr. H. Trisnawarman, MKes., SpKKLP., Supsp., FOMC, saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah (PDGI) Sumsel yang digelar di Ballroom , Minggu (15/2).
Menurut Trisnawarman, persoalan utama bukan pada ketersediaan kebijakan, melainkan pada ketimpangan distribusi tenaga medis yang belum merata. Meski pemerintah daerah telah membuka formasi CPNS dan PPPK untuk dokter gigi, realisasi pengisian formasi tersebut masih sangat minim.
“Formasi sudah dibuka, baik CPNS maupun PPPK, tetapi tidak ada yang mendaftar atau mengambil formasi tersebut. Ini menjadi tantangan besar dalam pemerataan layanan kesehatan gigi,” ungkapnya.
BACA JUGA:OKU Jadi Pelopor Digitalisasi Pengangkatan Kepala Sekolah di Sumsel
BACA JUGA:Sirine Kantor Wali Kota Palembang Aktif Mulai 16 Februari
Sebagai solusi jangka menengah, Pemprov Sumsel bersama pemerintah kabupaten/kota mendorong skema Nusantara Sehat serta pemberian insentif daerah agar dokter gigi bersedia ditempatkan di wilayah yang selama ini minim tenaga medis.
“Kami sudah berdiskusi dengan pemerintah kabupaten/kota agar memberikan insentif yang layak, supaya dokter gigi merasa nyaman, sejahtera, dan mau bertugas di daerah,” tambahnya.
Tak hanya soal distribusi, persoalan penguatan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian. Trisnawarman mengungkapkan bahwa pengembangan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) di masih terkendala, karena saat ini pendidikan kedokteran gigi di Unsri masih berstatus program studi, belum berdiri sebagai fakultas mandiri.
“Sudah beberapa kali dibahas, tapi kendala utama ada pada ketersediaan SDM dosen pengajar,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB PDGI, drg. Eka Erwansyah, MKes., SpOrt(K)., Subs. DDTK(K), menegaskan bahwa kondisi Sumsel harus menjadi perhatian serius semua pihak.
“Dari 500-an puskesmas, baru sekitar 100-an yang memiliki dokter gigi. Ini harus menjadi perhatian bersama agar bisa diisi oleh SDM lokal yang tersedia di Sumsel,” tegasnya.
BACA JUGA:Warga Belitang Jaya Ultimatum Pemerintah: Selesaikan Tapal Batas atau Aksi Berlanjut

