Tahu, Superfood Murah yang Kaya Nutrisi dan Manfaat
Tahu, Superfood Murah yang Kaya Nutrisi dan Manfaat--Foto: Freepik
KORANPRABUMULIHPOS.COM - Tahu merupakan salah satu makanan rakyat yang terkenal karena kandungan nutrisinya yang tinggi dan harganya yang terjangkau. Jika dikonsumsi setiap hari, tahu menawarkan berbagai manfaat, meski ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Seperti halnya tempe, tahu berasal dari kedelai yang difermentasi. Perbedaannya, kedelai untuk tahu digiling menjadi halus sebelum diproses. Karena itulah, tahu menjadi salah satu sumber protein nabati terbaik.
Selain protein, tahu juga mengandung serat, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, dan selenium. Teksturnya yang lembut dan rasanya gurih creamy membuatnya digemari banyak orang. Tahu juga kaya akan isoflavon, sejenis antioksidan yang bisa mengurangi peradangan dan menurunkan risiko penyakit jantung.
Apakah aman makan tahu setiap hari?
BACA JUGA:Pilihan Makanan Sehari-hari untuk Menjaga Fungsi Ginjal
BACA JUGA:Belimbing: Buah Segar yang Kaya Manfaat untuk Kesehatan Tubuh
Secara umum, mengonsumsi tahu setiap hari tergolong aman. Meski ada beberapa klaim yang menyebut bahwa konsumsi kedelai rutin dapat meningkatkan risiko kanker payudara, penelitian menunjukkan sebaliknya. Malahan, makan tahu secara teratur justru dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara.
Seorang jurnalis dari The Healthy mencoba mengonsumsi tahu setiap hari. Menu hariannya meliputi orak-arik tahu untuk sarapan, tumis tahu dengan sayuran untuk makan siang, dan tahu berlapis wijen untuk makan malam.
Ia juga mengonsumsi camilan berbahan tahu di sela-sela waktu makan. Hasilnya, rasa kenyang bertahan lebih lama dan energi meningkat sepanjang hari, kemungkinan karena kandungan protein tinggi pada tahu yang membantu mengontrol nafsu makan.
Manfaat sehat mengonsumsi tahu setiap hari
Berbagai penelitian menunjukkan beberapa manfaat makan tahu secara rutin, antara lain:
Menjaga kesehatan jantung
Makanan berbasis kedelai seperti tahu terbukti membantu menurunkan kadar kolesterol jahat.
Tinjauan tahun 2019 menyebutkan bahwa protein kedelai bisa menurunkan kolesterol jahat sekitar 3–4%. Kombinasi serat, protein, dan isoflavon pada tahu diyakini bermanfaat bagi kesehatan jantung. Meta-analisis 2023 juga menemukan konsumsi kedelai berhubungan dengan risiko penyakit jantung 21% lebih rendah dan risiko diabetes 17% lebih rendah.

