Ketua PGRI Ogan Ilir, Sebagai Guru SD Satu Satunya Sukses Raih Gelar Doktor
Ketua PGRI Ogan Ilir, pose bersama peraih Gelar Doktor --
OGAN ILIR, KORANPABUMULIHPOS.COM – Kepala Sekolah SD Negeri 05 Indralaya, Yanti Sumarni, resmi meraih gelar doktor pada Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.
Ujian terbuka disertasinya digelar pada Rabu (24/12/2025) kemarin dan berlangsung dengan lancar.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian membanggakan, tidak hanya bagi Yanti Sumarni secara pribadi, tetapi juga bagi dunia pendidikan di Kabupaten Ogan Ilir.
Wanita yang merupakan Ketua PGRI Kabupaten Ogan Ilir ini, tercatat sebagai doktor ke-295 yang diluluskan oleh Program Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang.
BACA JUGA:KPU dan Bawaslu Kota Prabumulih Masuk Kategori Tidak Informatif Berdasarkan Penilaian KI Sumsel
BACA JUGA:Pasutri Asal Prabumulih Akhiri Tahun 2025 di Balik Jeruji, Nekat Gasak Aset Puskesmas Pasar
Lebih istimewa lagi, Yanti Sumarni menjadi doktor pertama yang berasal dari kalangan guru sekolah dasar negeri di Kabupaten Ogan Ilir.
Capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pendidik lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi akademik dan profesionalisme.
Dalam ujian terbuka tersebut, Yanti berhasil meraih nilai 90,03 dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,80 serta predikat sangat memuaskan. Hasil ini mencerminkan kualitas akademik dan keseriusannya dalam menempuh pendidikan doktoral.
Disertasi yang dipresentasikan berjudul “Pengembangan Media Pop Up Book Materi Tarikh dengan Pendekatan Deep Learning di Sekolah Dasar.” Penelitian ini menitikberatkan pada inovasi media pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik sekolah dasar.
BACA JUGA:Sambut 2026, Kapolres Prabumulih Ajak Masyarakat Jaga Keamanan dan Ketertiban
BACA JUGA:Dapur MBG Binaan KADIN Prabumulih Diresmikan, Dorong Program Gizi Berkelanjutan
Yanti Sumarni menyampaikan bahwa perolehan gelar doktor ini diharapkan dapat memperkuat upaya peningkatan kualitas pendidikan dasar, khususnya di Kabupaten Ogan Ilir.
Ia menilai inovasi pembelajaran menjadi kunci penting dalam menciptakan proses belajar yang efektif dan menyenangkan.

