Banjir Rendam SD Negeri 82 Prabumulih, Ulangan Semester Ditunda
Kondisi SDN 82 Prabumulih masih di kepung banjir --
PRABUMULIH, KORANPABUMULIHPOS.COM- Banjir kembali melanda SD Negeri 82 Prabumulih pada Rabu (11/12) dini hari. Air mulai masuk ke ruang kelas dan halaman sekolah sekitar pukul 03.00.
Intensitas hujan tinggi membuat genangan cepat meluas, sehingga aktivitas belajar terganggu dan pihak sekolah harus mengambil langkah cepat.
Kepala SD Negeri 82 Prabumulih, Lisnaini MPd menjelaskan bahwa kondisi sekolah hingga pukul 10.00 WIB air masih belum surut.
"Air terus bertambah sejak dini hari. Sampai sekarang masih menggenangi halaman dan sebagian ruang kelas. Mohon doa dari semuanya agar air cepat menyusut,” ujarnya.
BACA JUGA:Banjir Landa Beberapa Titik di Prabumulih, Plt Kadisdik Monitor Sekolah Terdampak
BACA JUGA:Xiaomi Pad 7: Tablet Rp 5 Jutaan dengan Performa Flagship
Akibat kondisi tersebut, pihak sekolah memutuskan meniadakan kegiatan tatap muka dan mengalihkan proses belajar secara daring.
Pelaksanaan ulangan semester yang seharusnya berlangsung hari ini pun terpaksa ditunda sampai waktu yang akan ditentukan kemudian. “Kami harus mengutamakan keselamatan anak-anak,” tambah Lisnaini.
Pihak sekolah juga mengimbau para orang tua agar tetap memantau informasi resmi terkait jadwal ulangan dan perkembangan kondisi sekolah.
Lisnaini juga menyebutkan bahwa sejumlah ruang kelas terdampak cukup parah. Kelas tinggi masih menyisakan tiga mata pelajaran untuk ulangan semester, sementara kelas rendah masih memiliki satu mata pelajaran lagi.
BACA JUGA:Ghostly Match 2025: Game Santai yang Katanya Bisa Hasilin Saldo DANA, Benarkah?
BACA JUGA:Hasil Reses DPRD Prabumulih, 266 Aspirasi Warga Masuk dari Tiga Dapil: Infrastruktur Masih Jadi Keluhan Utama
Kondisi ini membuat penjadwalan ulang harus dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu kalender pendidikan. Selain merendam ruang kelas, banjir juga menyebabkan kerusakan pada beberapa fasilitas sekolah.
Salah satu bagian yang terdampak paling serius adalah plafon WC yang ambruk, diduga akibat lembab karena terendam air. Pihak sekolah berharap ada perhatian dan bantuan agar perbaikan dapat segera dilakukan.
“Semoga air segera surut dan ada hikmah di balik peristiwa ini. Kami akan terus memantau perkembangan hingga situasi kembali aman,” tutup Lisnaini.

