Aktivitas Mirai Meningkat, Pakar Ingatkan Pentingnya Keamanan IoT

Aktivitas Mirai Meningkat, Pakar Ingatkan Pentingnya Keamanan IoT--

KORANPRABUMULIHPOS.COM – Botnet Mirai, malware berbahaya yang sempat menggegerkan dunia pada tahun 2016, kembali menampakkan aktivitasnya dengan varian yang lebih modern dan berbahaya.

Dalam laporan bertajuk Indonesia Waspada: Ancaman Digital di Indonesia Semester 1 Tahun 2025 yang dirilis AwanPintar.id, tercatat peningkatan signifikan aktivitas Mirai di Indonesia. Lonjakan ini beriringan dengan pesatnya pemakaian perangkat Internet of Things (IoT) baik di sektor rumah tangga maupun bisnis.

Mirai merupakan botnet berbasis Linux yang dirancang untuk mengambil alih perangkat IoT yang tidak terlindungi, seperti kamera CCTV, DVR, dan router. Perangkat yang sudah terinfeksi kemudian dapat dipakai untuk melancarkan serangan Distributed Denial of Service (DDoS) dalam skala besar.

Kini, varian baru Mirai seperti Linux.Mirai, BusyBox Shell, dan BusyBox Enable semakin menyulitkan upaya deteksi. Fokus serangan pun semakin jelas mengarah pada perangkat berbasis Linux dan ekosistem IoT.

Indonesia Jadi Lahan Subur Mirai

AwanPintar.id menilai perkembangan tren smart living di Indonesia ikut memberi celah bagi Mirai untuk kembali berkembang. Masih banyak perangkat pintar yang digunakan masyarakat dengan pengaturan keamanan standar—seperti password bawaan yang tidak pernah diganti dan firmware yang jarang diperbarui.

“Dengan jumlah pengguna internet yang kian meningkat, adopsi IoT yang masif, serta minimnya kesadaran akan keamanan siber, penyebaran Mirai berpotensi meluas. Dampaknya bukan hanya ke pengguna pribadi, tetapi juga bisa mengganggu layanan publik,” tulis laporan tersebut.

Jumlah Serangan Masih Tinggi

Selama paruh pertama 2025, tercatat lebih dari 133 juta serangan siber ke Indonesia, rata-rata sekitar 9 serangan per detik. Walaupun angkanya turun dibanding semester pertama 2024, kemunculan varian Mirai baru menjadi tanda bahaya serius.

Dari sisi sumber serangan, tercatat berasal dari:

  • Tiongkok (12,87%)

  • Indonesia (9,19%)

  • Amerika Serikat (9,07%)

  • Turki (7,53%)

  • India (7,4%)

Meningkatnya serangan dari dalam negeri menunjukkan banyak infrastruktur lokal yang sudah terinfeksi dan ikut menjadi bagian dari botnet Mirai.

Pentingnya Proteksi Digital

Para pakar mengingatkan bahwa Mirai hanya bisa bertahan jika perangkat IoT dibiarkan tanpa perlindungan. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk:

  • Segera mengganti password default perangkat pintar.

  • Melakukan pembaruan firmware secara berkala.

  • Menonaktifkan akses jarak jauh bila tidak diperlukan.

  • Memasang firewall atau sistem keamanan tambahan.

“Menjaga kedaulatan digital merupakan tanggung jawab bersama. Edukasi publik, pembaruan sistem, serta kerja sama lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat pertahanan siber Indonesia,” ujar Yudhi dalam laporan tersebut.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan
IKLAN
PRABUMULIHPOSBANNER